Lautan Keruh

  • Monday, March 05, 2012
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Sungguh aneh
Aku tak bisa menebak perasaannya
Mengapa dia seperti itu,tak seindah yang ku bayangkan
Dia berubah menjadi manusia srigala
Tak seperti dulu,pertama yang aku kenal
Sekarang ku bisa tau segalanya
Baik,buruknya,senyum,marahnya,sudah jelas
Tak tertutupi lagi
Transparan sudah hatinya
Tak melihat siapa aku yang ada disampingnya
Kasar,ya memang kasar dia sekarang
Tak selembut dulu yang aku kenal
Buah simalakama,ya benar,buah simalakama hatinya
Lautan keruh,memang keruh perasaannya
Ternyata yang selama ini aku tau hanya topeng saja
Kelembutannya yang aku lihat hanya sebuah lambang belaka
Andai aku tau dari dulu
Ku tak akan seperti ini memakan hati dan tangsisan
Keruh,sudah terlanjur
Tapi tak mengapa masih ada hikmah yang aku dapat
Dari semua perjalanan ini
Hikmah yang dari bangku sekolah tak aku ketahui
Sekarang makin bertambah sudah pengetahuanku
Tentang universitas kehidupan yang sebenarnya
Gelap,panas,menyengat,uniknya perjalanan.
Aku,tak akan mengalah ditengah kegersangan
Akan tetap melangkag menggapai mimpi yang sesungguhnya

You Might Also Like

0 komentar