Sejarah Panjang Untuk Menciptakan Susu Berkualitas

  • Thursday, June 28, 2012
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Barangkali tak banyak mengetahui bahwa susu cair yang kita konsumsi memiliki kisah perjalanan panjang sebelum hadir dipasaran.Terlebih lagi,upaya industri untuk menghasilkan produk bermutu tinggi mengakibatkan proses pengolahan harus dilakukan dengan tekhnologi dan tenaga kerja yang mumpuni.

Perjalanan berawal dari pemerahan sapi yang berada dipeternakan untuk menghasilkan susu segar tentu saja dipilih jenis sapi yang unggul,yaitu yang terbebas dari penyakit,berada dikandang dengan sanitasi kandang yang baik,produktif dalam menghasilkan susu,dan mengkonsumsi pakan yang kualitasnya sesuai kadar nutrisi yang telah ditentukan.

Susu yang dihasilkan dari pemerahan sapi,kemudian mengalami proses sterilisasi dan pemanasan dengan tekhnologi canggih.Jika telah mencapai tingkat keamanan yang diinginkan,tiba saatnya untuk proses pengisian dan penutupan secara aseptik.Hingga akhirnya dapat didistribusikan secara masal.

Nah,susu ini diproses dengan sangat apik dan pemrosesannya juga sangat teliti.Pengolahan dengan proses panas sering disebut proses panas (Thermal Process) merupakan salah satu tekhnik pengolahan dan pengawetan pangan yang paling banyak diaplikasikan,terutama susu,yang terdapat beberapa jenis tekhnik pemanasan yang dapat digunakan berdasarkan tujuannya.

Tekhnik yang pertama,pemanasan Low temperature long time (LTLT) Pemanasan dilakukan dengan suhu kurang dari 135 derajat celsius dalam waktu yang sangat lama.Hasil akhir yang yang diinginkan adalah mencapai tingkat sterilitas yang maksimal,tetapi memiliki peluang kerusakan lebih besar.Kandungan protein,nutrisi,atau zat gizi lainnya berangsur hilang,karena durasi pemanasan yang lama.

Selanjutnya adalah High Temperature Short Time (HTST) tekhnik ini dilakukan pada suhu 135-150 derajat celsius selama sekitar 2.15 detik.Proses pemanasan pada suhu tinggi dalam waktu singkat ini dilakukan dengan berkembangnya proses pengolahan aseptik (bebas dari infeksi) pada praktiknya,proses aseptik ini banyak diaplikasikan untuk proses pengolahan dan pengawetan produk pangan cair,termasuk susu.

Proses pengolahan aseptik terdiri atas tiga komponen utama,yaitu proses sterilisasi produk,sterilisasi bahan kemasan,dan sterilisasi zona aseptik.Pada tahap sterilisasi produk,biasanya dilakukan dengan menggunakan alat penukar panas (Tubular Heat Exchanger-THE) atau bahkan dengan pemanasan langsung.Pemanasan pun dilakukan pada suhu sangat tinggi dan waktu yang sangat singkat.Tekhnik inilah yang juga disebut sebagai pemanasan Ultra Hight Temperature atau Ultra Heat Treatment (UHT)

UHT merupakan proses pemanasan pada suhu sangat tinggi,lebih dari 135-150 derajat celsius.Namun proses tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 2-15 detik.Pemanasan ini mampu membunuh spora bakteri tahan panas sehingga tercapai kondisi steril yang diinginkan.Bahkan mampu meminimalkan tingkat kerusakan mutu (tekstur,warna,cita rasa,dan aroma) dan kandungan zat gizi.Susu yang mengalami proses pemanasan ini sering kali disebut Susu UHT.

Dari tahun ketahun produk susu terus bertransformasi,juga industri susunya pun terus melakukan Inovasi terbaik untuk menciptakan produk susu yang berkualitas.Diantaranya Produsen susu pertama diindonesia yang berkualitas dan sudah terjamin keHalalannya,yaitu Produk susu Frisian Flag yang selalu memberikan solusi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak indonesiadan produk susu yang unggul tentunya.
Photobucket

Nah.produk susu Frisian Flag ini memiliki sejarah yang sangat berkesan dalam menciptakan produk susu yang unggul,berkualitas,dan kaya akan vitamin,plus banyak pilihan rasa dan variannya.Yuk intip :) Perjalanan Frisian Flag di Indonesia dimulai sejak tahun 1922,ketika produk susu Friesche Vlag diimpor ke Indonesia melalui Cooperative Condens-Fabriek.Ditahun 1969 pembangunan pabrik di Pasar Rebo,Jakarta Timur dimulai dan memproduksi susu kental manis (SKM) ditahun berikutnya.Lima tahun berikutnya,pembangunan pabrik di Ciracas yang juga berlokasi di Jakarta Timur dimulai dan memproduksi susu UHT pertama kali ditahun 1991.

Setelah gabung dengan Royal FrieslandCampina N.V pada tahun 2009,sebuah perusahaan penolah susu yang dimiliki oleh koperasi peternak sapi terbesar dengan lebih dari 19.000 peternak sapi tersebar di Belanda,Jerman,dan Belgia.Frisian Flag hadir dengan identitas baru ditahun 2010 dan berkomitmen sebagai produsen produk-produk nutrisi berbasis susu untuk anak-anak dengan menjadi pelopor produses susu pertumbuhan anak pertama di Indonesia pada tahun 1988.Kini setelah 90 tahun hadir di Indonesia,Frisian Flag telah mengoperasikan fasilitas pabrik diPasar Rebo dan Ciracas,Jakarta Timur,dengan berbagai fort folio produk seperti susu kental manis,susu cair,dan susu bubuk,dibawah merek dagang Frisian Flag,Omela,dan Yes!
Photobucket

Pada tanggal 10 Desember 2010,Frisian Flag Indonesia memperkenalkan identitas brand baru,melestarikan karakter Frisian Flag: Bendera dan warna biru cerah.Logo baru ini dikelilingi oleh cincin untuk memvisualisasikan radiasi energi Frisian Flag.Logo ini menggambarkan sinar matahari,sumber inspirasi dan vitalitas.Logo ini juga menggambarkan segelas susu bergizi,siap untuk diminum.Logo baru dilengkapi dengan tag line "Raih Esokmu"

Perubahan logo dan tag line melambangkan komitmen Frisian Flag untuk merespon konsumen dan mencerminkan perubahan yang sesuai dengan hari ini,dinamis,dan modern.Logo baru ini juga memiliki irama yang sama dengan keluarga FrieslandCampina lainnya diregional,seperti merek Dutch Lady(Malaysia & Vietnam) maupun merek Foremost di Thailand.

Wow! Melihat perjalanan yang sangat berkesan sesuai dengan karya produk susunya yang berkualitas.So,Ayo biasakan minum susu segar dari produsen susu terpercaya,Frisian Flag selalu memberikan solusi nutrisi untuk asupan gizi anak Indonesia.Ayo Raih Esokmu! Dan nikmati kelezatan dan kenikmatan dalam segelas susu.Dan ingat! Biasakan minum susu secara teratur 2-3 kali sehari agar tercipta kesegaran tubuh yang fresh.... :)

Referensi: Inspiratorial Susu Indonesia & Frisian Flag, Foto: Google Image, Redesign By: Ipan.S

You Might Also Like

0 komentar