Bumi Pertiwi Merintih

  • Thursday, December 20, 2012
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments



Kabut menyelimuti pagi yang sunyi
Embun menetes dari dedaunan
Sang fajar enggan untuk bicara
Ada apa gerangan?
Kemana keceriaan alam yang dulu?
Burung yang selalu bernyanyi dipagi hari
Dedaunan yang selalu melambai-lambai
Sang fajar yang selalu menyapa dengan kehangatannya
Tersenyum dengan bahagia
Kini semuanya seakan bisu
Tak ada lagi yang menyapa,tak ada lagi yang bicara
Sunyi…gersang…dan hampa...
Alam semakin menjerit kesakitan
Bercucuran darah
Menyimpan luka dari tebangan
Bumi tak lagi mampu menyerap dan menyimpan
Sumber air yang melimpah
Tinggal kenangan pilu
Bumi pertiwi menangis meringgis
Harus kepada siapa lagi mengadu
Harus kemana lagi ia meminta pertolongan
Tangisannya menyamudera
Menyimpan sejuta peristiwa
Bencana dimana-mana
Banjir melanda kota dan desa....

You Might Also Like

0 komentar