Didalam Secangkir Kopi itu...

  • Sunday, June 15, 2014
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments






            Kopi ini tak ingin cepat-cepat Ku habiskan ada banyak rasa yang tersaji  didalamnya, walau terasa membisu, hampa dan biasa saja namun penuh makna. Banyak cerita yang tersimpan didalamnya, ada rasa yang tak biasa terasa sampai tubuh ini tak bisa bergerak hanya satu tegukan saja. Entah ada apa didalam secangkir kopi yang tersaji itu.
            Sesaat Aku terdiam, menatap dan tersenyum kadang menunduk mungkin ini adalah pertama kali gaya-Ku dalam menikmati secangkir kopi, walau tak biasa dengan gaya Ku ketika menikmati kopi tapi itulah yang jadi kenyataan saat itu.
            Ruangan yang Aku duduki seketika langsung sepi tak ada canda tawa yang seperti biasa hadir ketika berkumpul. Aku mulai tersadar, mungkin saja dalam komposisi kopi itu sudah ada campuran antara rasa “Canggung & Kesal” ya Aku mengerti dengan posisi saat ini mengapa ia tak menyapa seperti biasa. Yaaa Aku harus memaklumi dan harus menerimanya karena ini adalah faktanya. Tapi yang membuat Aku heran kenapa dengan cepatnya Dia seperti itu? Dan tak ada alasan pula yang Aku terima. Oke lah saat ini Aku harus menerimanya. Tapi bukan untuk jadi sajian setiap saat Aku ingin menikmati kopi yaaa, karena Aku tak ingin ritual menikmati kopi lenyap begitu saya ketika dirimu hadir dengan sentuhan yang tak meng-enakan atmosfer.
            Sudah Ku teguk kopi dalam cangkir itu, rasanya tetap manis namun suasananya saja mungkin yang berbeda. Nikmat memang kepulan aroma kopi yang mengepul dalam cangkir, harumnya mulai menghangatkan ruangan itu. Tatapan dan senyuman agak sinisnya mulai terlihat. Aaah indah sekali hari itu Aku bisa memetik hikmah dari setiap yang Ku lihat dan saksikan “ Sukses dan bahagianya hidup tergantung kepada cara pandang kita dalam menikmati prosesnnya. Jika kita ingin lancar dan bahagia dalam melewati setiap perjalanan hidup maka buka dan rubah cara pandang kita menjadi lebih positif jangan pernah memiliki rasa benci terhadap siapapun tapi buka diri untuk menjalin sebanyak mungkin pertemanan. Karena sukses ditentukaan oleh kebersamaan yang mampu menciptakan karya dan makna dalam setiap lembaran dan sejarah hidup."
        

Foto: Google Image

You Might Also Like

0 komentar