Menimkati kemegahan Sensoji Temple

  • Saturday, August 09, 2014
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments



Sensoji Temple -Tokyo

Hal yang paling menarik ketika liburan ke Tokyo adalah mengujungi Sensoji Temple, tempat yang satu ini menyugguhkan sesuatu yang beda dan berkesan bagi Anda ketika berkunjung kesana. Sebelum mencapai ke tempat Sensoji Temple Anda akan dimanjakan oleh tempat-tempat keren yang bisa Anda nikmati mulai dari toko-toko souvenir sampai kios makanan yang bisa Anda cicipi.

Keindahan dan kemegahan Sensoji Temple bisa Anda lihat ketika malam hari,  bangunan Sensoji di malam hari benar- benar mengagumkan. Cahaya bangunan sangat indah, sehingga terlihat begitu megah.

Sensoji Temple Berasal dari kata Senso yang berarti Asakusa dan Ji yang artinya kuil. Sensoji temple adalah kuil yang bisa dibilang paling terkenal di seantero Tokyo. Dibangun pada abad ke 7, kuil ini merupakan salah satu kuil yang paling tua di Jepang walaupun beberapa bagian dari kuil sudah bukan merupakan bangunan asli.
Sebelum masuk harus melalui gerbang luar yang dinamakan Kaminarimon. Kaminarimon adalah yang pertama dari dua gerbang pintu masuk Kuil Sensoji 1000 tahun yang lalu dan merupakan simbol dari Asakusa. Kalau anda memperhatikan, ada dua patung raksasa yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri lentera raksasa itu Raijin (dewa petir) dan Fujin (dewa angin)

Setelah itu harus melewati gerbang utama yaitu Hōzōmon. Dibalik gerbang itu digantungkan sandal jerami raksasa (waraji). Tidak jauh dari gerbang utama ada bangunan berbentuk pagoda bertingkat 5 yang disebut Gojūnoto. Konon didalamnya tersimpan bagian dari abu Buddha. Bangunan utama dari kuil ini adalah Kannon Hall.
Sebelum masuk bangunan itu, orang yang akan bersembahyang akan membeli dupa dan meletakkan dupa itu ditempat yang telah disediakan. Asap dupa itu dikibas-kibaskan ke dirinya. Kemudian mereka akan ke tempat khusus untuk membersihkan diri.

NAKAMISE SHOPPING STREET
Jejeran toko yang penuh dengan souvenir lucu-lucu. Sebagai gambaran, gantungan kunci harganya sekitar 300 yen keatas, magnet kulkas sedikit lebih mahal. Kipas jepang harganya sekitar 1000 yen keatas, tergantung materialnya. Hiasan bentuk pagoda ukuran kecil harganya sekitar 1500 yen keatas.
Nakamise ini terletak antara kaminarimon dan hozomon gate. Jadi setelah anda melewati kaminarimon, jejeran toko-toko yang menggoda untuk belanja itu akan menyambut anda. Total ada sekitar 89 toko dengan perincian 54 toko di dan 35 toko disisi Barat. Beberapa toko mendiami bangunan yang sengaja dibangun dengan arsitektur jaman Edo. Jadi anda seolah-olah akan berada di Tokyo jaman dulu.Tidak hanya itu, toko-toko yang menjual makanan (baca: jajanan-red) jepang pun banyak bertaburan.

PATUNG 5 PENCURI DI ASAKUSA
Ceritanya, sekitar tahun 1700-an, ada 5 orang pencuri di Osaka yang bernama Karigane Bunshichi, An no Heibei, Gokuin Sen’emon, Kaminari Shōkurō and Hotei Ichiemon. Seorang penulis drama bernama Kawatake Mokuami (1816-1893) yang kediamannya di Asakusa mengadaptasi kisah nyata itu kedalam sebuah drama kabuki. Ternyata drama tersebut sukses dan menjadi legenda mengalahkan kisah aslinya. Karakter 5 pencuri dalam drama kabuki itu berganti menjadi Nippon Daemon (ketua pencuri yang namanya diambil dari nama Nippon Saemon, seorang criminal yang tertangkap dan dieksekusi pada tahun 1747), Benten Kozo, Kikunosuke, Nangō Rikimaru Tadanobu Rihei dan Akaboshi Jūzaburō.

Benten Kozo ini berbeda dari pencuri lainnya. Ia sangat pandai menyamar sebagai seorang perempuan. Karakter ini istimewa karena actor kabuki yang memerankannya harus pandai berubah karakter seketika. Dari pencuri yang gagah lalu menjadi perempuan yang lemah gemulai. Memang dalam kabuki, actor pria juga harus bisa memerankan peran wanita.

Nanti anda bisa melihat banyak poster kabuki bertebaran di Asakusa yang juga memperlihatkan kalau karakter perempuan di drama itu diperankan oleh laki-laki. Menarik sekali…

OLD Entertainment DISTRICT
Setelah melewati jejeran toko-toko di Nakamise, anda akan bisa menemukan sebuah jalan “old entertainment district” Ada banyak mini opera house yang bertebaran disana. Poster-poster penyanyi opera yang usianya sudah lanjut bertebaran disana-sini. Jalan itu nampak tidak terlalu ramai

KAPPABASHI-DORI
Jalan ini terkenal karena toko-toko disini berjualan barang-barang produk rumah tangga. Sebab itu wilayah ini dikenal dengan julukan Kitchen Town. Letaknya antara Ueno dan Asakusa. Stasiun terdekat dari sana adalah Tawaramachi station dari Subwy Ginza Line.

Toko yang menjual display makanan jepang terbuat dari plastic seperti di restoran-restoran jepang. Harganya ternyata fantastis untuk sebuah gantungan kunci berbentuk aneka macam sushi dihargai sekitar 650 yen dan magnet kulkas harganya sekitar 500 yen. Semakin sulit bentuknya semakin mahal harganya.

PATUNG KAPPA
Sepanjang area kappabashi anda akan mendapati banyak sekali patung kappa yang merupakan symbol wilayah itu. Apa itu kappa? Menurut wikipedia, kappa dalah mahluk mitology, sejenis makhluk air yang dapat ditemukan pada kisah rakyat jepang. Namun, mereka juga dianggap sebagai bagian dari kriptozologi, karena beberapa orang mengaku melihat Kappa. Pada agama Shinto, mereka dianggap sebagai salah satu atau dewa air”. 
TANUKI
Selain maneki neko (patung kucing yang biasa diletakkan di toko-toko), ternyata ada satu lagi yang popular di jepang yaitu patung rakun jepang atau yang biasa disebut tanuki statues. Fungsinya sama seperti maneki neko. Kalau anda perhatikan, patung Tanuki ini bisa ditemukan dimana saja, di restoran, kuil, rumah, maupun di jalan-jalan. Patung ini digambarkan dengan rakun gendut bertopi dan memegang botol sake. Ada juga yang membawa kertas seperti bon/nota tagihan.

Tanuki digambarkan memakai topi yang berarti harus siap untuk melindungi terhadap kesulitan atau cuaca buruk untuk memahami lingkungan dan membantu membuat keputusan yang baik. Botol sake yang mewakili kebajikan ekor besar yang memberikan kemantapan dan kekuatan hingga mencapai kesuksesan. Perut besar melambangkan ketegasan, berani dan tenang, dan wajah tanuki yang selalu tersenyum ramah.

"Bangunan ini juga dihiasi oleh beraneka lentera kertas berukuran besar dan berwarna merah, dengan tulisan kanji berwarna hitam. Anda dapat ikut berdoa disini dengan cara mengatupkan kedua tangan (seperti posisi berdoa dalam ajaran Buddha) sambil mengucapkan kalimat “namu kanzeon bosatsu” yang kurang lebih berarti “saya mempercayai Bodhisattva Kannon”.
Dari Kannondo Hall, Anda dapat berjalan-jalan mengitari kompleks kuil. Sensoji Temple memiliki banyak bangunan yang tersebar ke dalam beberapa blok. Seluruhnya menarik untuk dijelajahi, karena setiap bangunan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda. Misalnya saja Yakushido Hall yang dibangun pada tahun 1649 dan Yogodo Hall yang merupakan tempat bagi penganut Bodhisattva Kannon. Keduanya berada di blok sebelah kanan dari Kannondo Hall (jika Anda berdiri menghadap ke Hozomon Gate). Tidak jauh dari blok ini, terdapat Awashimado Hall dan Zenisuka Jizo-do Hall yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an.
Selanjutnya Anda dapat mengitari ke belakang Kannondo Hall dan melihat Nitenmon Gate (important cultural property) yang berada di sebelah Timur Sensoji Temple. Anda dapat keluar kuil dari gerbang ini, atau kembali ke koridor utama dan menuju ke arah Hozomon Gate untuk berkeliling di sekitar Pagoda 5 tingkat, atau melihat-lihat Demboin dan Chingodo Hall. Demboin sendiri merupakan tempat tinggal dari kepala Sensoji Temple selama beberapa generasi. Disini terdapat Kyakuden (gedung tempat menerima tamu), Ojoin (perpustakaan dan ruang sekolah), serta taman yang indah. Kyakuden dan Ojoin dibangun pada tahun 1777 dan 1871, dan masih sangat terawat hingga saat ini.
Jika Anda berminat mengunjungi Sensoji Temple, kuil ini dibuka sepanjang hari tanpa batas waktu. Kecuali untuk Kannondo Hall yang dibuka mulai pukul 6.00-17.00 (pada bulan Oktober-Maret dibuka mulai pukul 06.30 waktu setempat). Kuil ini pun cocok dikunjungi sepanjang tahun, terutama saat musim festival seperti Sanja Matsuri (bulan Mei) dan Asakusa Samba Carnival (bulan Agustus). Dan jika Anda ingin melihat wajah lain dari Sensoji Temple, cobalah untuk berkunjung mulai dari matahari terbenam hingga jam 11 malam.
Beberapa bagian kuil (Kannondo Hall, Pagoda 5 tingkat, Hazomon Gate, dan Kaminarimon Gate) akan dihiasi oleh lampu-lampu yang dirancang oleh Motoko Ishii dan menghasilkan pemandangan yang spektakuler" Selamat berwisata.
Catatan:
  • Siapkan budget khusus kalau ingin membeli barang-barang di nakamise misalnya barang-barang tradisional jepang atau mau mencoba menonton kabuki.
  • Jangan khawatir kelaparan karena banyak sekali restoran dan street food yang bisa dicoba. Kalau khawatir masalah halalnya bisa coba aneka kue dan seafood.
  • Teman saya bilang kalau souvenir yang paling cocok dari kuil adalah membeli jimat yang bisa digantungkan di tas. Harganya sekitar 500 yen. Buat kenang-kenangan saja lah, jangan dijadikan jimat beneran. Hihihi…
  • Kalau ingin mencoba menginap di Ryokan (hotel tradisional jepang), wilayah Asakusa lah tempatnya. Dari yang murah sampai yang mahal bisa ditemukan dengan mudahnya. Ryokan termurah harganya sekitar 3000 yen dan yang paling mahal berkisar 7000 yen hingga 21000 yen.
  • Perlu diingat bahwa menginap di ryokan berbeda dengan menginap di hotel/hostel yang modern. Contohnya pada jam-jam tertentu kamar mandi tidak boleh dipakai karena takut mengganggu kenyamanan tamu lain. Katanya sih dinding ryokan itu tipis jadi ramai sedikit bisa kedengaran kemana-mana. Tertarik mencoba?
Happy traveling! So, are you IN or OUT?

Referensi:
Yahoo! Image
ayuavenue.wordpress.com

You Might Also Like

0 komentar