#Tantangan Menulis @Gagasmedia

  • Saturday, August 09, 2014
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments



            Kepingan Harapan dikota Bandung
                                                                                    Ipan Setiawan
            Suasana kota yang sesak padat dengan seabreg rutinitas yang tentunya dengan pemandangan yang selalu berbeda. Kenapa? Lihat saja dipojokan kota, ditengah sampai dipusat kotanya sendiri. Banyak hal yang bisa kita jumpai dan selalu ada cerita yang mewarnai.  Ya Kota Bandung yang selalu memiliki sejarah baru dalam setiap goresannya. Mulai dari sang fajar terbangun sampai senja menyelimuti hari pasti menyimpan makna yang bisa kita pelajari.
            Waktu terus berputar menemani kemanapun kita pergi, tak pernah lelah apalagi sampai berhenti. Setiap langkah yang kita tempuh berjalan begitu cepat seakan-akan waktu adalah sahabat yang sering meninggalkan kita. Nyatanya saja banyak kesempatan yang sering kali kita tinggalkan yang akhirnya berujung pada keluh kesah menyalahkan waktu itu sendiri. Tapi rasanya untuk saat ini sangat picik jika kita terus menyalahkan dan menggerutu hanya satu waktu, toh diluaran sana masih banyak kesempatan yang harus segera kita kejar dan kita tuai. Kota Bandung salah satunya yang akan merubah masa depan kita dengan suasana yang berbeda pula dan tentunya dibutuhkan keberanian kemauan untuk masuk berkompetisi dikota yang super sibuk ini, tak pernah berhenti untuk melakukan perubahan dengan sentuhan inovasi terkini.
            Itu bicara soal waktu dan kesempatan dikota Bandung, lain lagi dengan sisi kehidupan yang berbeda, masih banyak ratusan anak yang terlantar ditengah jalan, dilampu stopan dan diarena parkir juga terminal, mereka rela meninggalkan masa bahagianya demi mencari kepingan-kepingan Koin untuk menyambung hidupnya, yaaa meraka berjuang ditengah-tengah hiruk-pikuk suasana kota. Perjuangannya sama seperti kita hanya saja kesempatannya yang berbeda.
            Kota Bandung Kota impian semua orang, dari desa berbondong-bondong pindah kekota demi memperbaiki segalanya. Tapi akhirnya? Pupus sudah semua harapan itu dan tinggal sebuah cerita yang membayangi kota. Mungkin hanya satu kata Permisi untuk menumpang tinggal disisi kota yang akhirnya pula diusir dan digiring kembali kepinggir desa. Semoga saja untuk hari esok tak ada lagi kesedihan yang menyelimuti suasana kota hanya dengan alasan berebut kepingan-kepingan Koin.
Salam Rindu untuk Kampungku dan Salam Bahagia untuk Kota harapanku.

You Might Also Like

0 komentar