23 Spesial Moment

  • Wednesday, February 11, 2015
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments


Surat ini Aku persembahgkan untuk seseorang yang selalu ku rindukan namun entah kenapa tak terlihat kehadirannya, seidaknya ada kata yang terucap dari bibir manisnya. Sungguh rasa ini sangat merindukan kehadirannya, tapi tak mengapa mungkin ia sedang menikmati bersama jalan dan pilihannya.
Tak ada hidangan kue yang selalu Aku hadirkan, hanya korek api dan lilin yang menjadi angka usiaku saat ini, Aku sengaja menyimpan lilin dan korek apinya saja dimeja kesayangan kami ketika berkumpul didalam ruangan yang sama, semoga saja ia datang untuk menyalakan lilin untuk menyinari kesunyian dan menghangatkan keadaan, namun perkiraanku salah. Aku selalu berharap darinya yang berujung hanya angan-angan saja.
Mungkin Aku harus sendiri dulu menjalani dan menikmati langkah dan meneruskan perjalanan ini, percuma sekuat apapun dan sebesar apapun harapan Aku terhadapnya tak mungkin bisa terjadi, karena ia sedang asik dengan pilihannya, entahlah mungkin itulah yang ia rasakan sekarang.
Penantian akan kehadiranmu telah layu dan telah sirna terguyur hujan seiring dimakan waktu, moment yang berkesan yang selalu ku harapkan ingin menikmati bersama hadirmu dan canda tawamu serta gerak-gerikmu itu hanya sekedar mimpi untuk-Ku.

Tapi walaupun sekedar mimpi Aku bahagia karena sudah menjalani kebahagiaan itu bersamamu dulu.. semoga apa yang menjadi pilihanmu kini bisa menjadi arti dalam lembaran kisah-kasihmu. Aku disini bahagia dalam dekapan waktu yang Aku pilih juga. Semoga langkah dan perjalanan kita selalu bersama walaupun jarak kita terpisahkan.

Salam Rindu Untukmu...

Referensi Foto: Google Image

You Might Also Like

0 komentar