Kerja Itu Main, Memainkan Kreativitas menjadi Prestasi

  • Tuesday, May 05, 2015
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Dok.Foto: Pribadi
Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan passion yang kita miliki saat ini, kenapa? Karena bekerja sesuai dengan passion akan lebih semangat dan akan membuat karya-karya baru selalu tumbuh, bekerja sesuai dengan hobi adalah anugerah yang harus kita syukuri, karena jarang sekali setiap orang bisa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan hobinya. Tidak sedikit orang yang masih bingung harus mencari kerja kemana dan apa yang harus ia lakukan. Padahal jika ia tahu akan kemampuan dan potensinya maka ia akan segera melakukan kreativitasnya dengan sentuhan inovasi yang bisa ia ciptakan, tanpa harus mencari kerja dan bingung harus mengerjakan apa, justru bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya dan orang yang ada disekitarnya. Tanpa harus terbebani oleh ruang dan waktu, keren kan kalau begitu?

Kerja yang asik itu adalah main, ya memainkan kreativitas dan hobi kita, bagaimana supaya hobi yang kita sukai bisa menghasilkan sesuatu dan bermanfaat untuk orang banyak, khususnya untuk lingkungan sekitar. Setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda dan memiliki ciri khas yang unik, jika hal itu mampu dikelola dan digunakan bersama kesempatan yang ada, maka semua kemudahan akan kita dapatkan dan bisa langsung kita nikmati saat itu juga. Orang yang sukses adalah ia yang tahu apa yang harus ia lakukan bukan menunggu apa yang orang perintahkan. Hidup yang dipermainkan oleh waktu akan buntu dan mati disitu, tapi jika kita pandai memainkan dan menggunakan kesempatan yang ada serta mampu bersahabat dengan waktu barulah kita sudah bisa dikatakan sebagai generasi yang bermutu.

Mengapa banyak orang yang mogok kerja dan baru beberapa bulan langsung resign? Karena yang ia hadapi dan ia rasakan ditempat kerja tidak sesuai dan tak nyaman dengan apa yang ia inginkan. Begitu juga tak tak sedikit orang yang lebih enjoy dan lebih senang mengulik dan mempelajari apa yang disukainya, bahkan rela mengeluarkan biaya yang cukup besar demi  menggali ilmu yang sesuai dengan hobinya, misalnya Menulis, Musik, Tari, dan sederetan hobi dan karya yang gemilang. Hal itu sudah saya rasakan sendiri, sejak duduk dibangku SMP hingga SMA, saya rela tak jajan demi menabung untuk ikut Kurus menulis dan itu tempatnya bukan di Garut tapi di Bandung, saya rela mengorbankan apapun demi hobi saya. Selain biaya juga mengorbankan waktu dan tenaga untuk menempuh perjalanan kursus menulis dari Garut ke Bandung. Sedikitpun saya tak pernah mengeluh karena saya suka dan cinta dengan dunia menulis.

Selepas lulus SMA saya tak langsung melanjutkan kuliah (karena beberapa hal, hal terakhir soal biaya) tapi saya pun tak putus asa, apalagi harus bingung cari kerja kemana? Karena saya sudah tahu dengan hobi dan kemampuan saya dalam dunia tulis menulis, tanpa berpikir panjang, selama satu tahun saya terus mengasah dan menggali ilmu tentang dunia menulis, Alhamdulillah hasilnya pun berbuah manis sesuai dengan yang diharapkan. Menulis saja tidak cukup, jika tulisan itu tak ada yang membaca apa gunanya? Karena saya sering menggunakan media sosial seperti facebook, barulah tulisan itu saya angkat ke sebuah catatan facebook Alhamdulillah mendapat banyak sambutan dan respon dari pembaca. Hingga ada yang memberi saran untuk dibukukan. Semangat semakin tumbuh dan meluap untuk terus berkarya dengan pena.

Selang beberapa bulan setelah tulisan diterbitkan di catatan facebook, ada sahabat pena yang memberi informasi, alangkah baiknya karya tulis yang saya buat disimpan/diposting di blog, supaya terlihat rapi dan interaktif dengan pengunjung atau pembaca tulisan saya. Saran itu langsung saya tanggapi dan saat itu juga mempelajari bagaimana membuat dan menggunakan media blog. Butuh 2 bulan untuk mempelajari dunia blog beserta isi dan cara pengelolaannya. Setelah ituuu? Saya lebih ketagihan dan tertantang untuk menjadi blogger, dengan menuangkan ide segar yang bisa dibagikan dan lebih update tentunya lebih bermanfaat.

Setelah mengenal dunia blogger dari tahun 2011 (Setelah lulus SMA) saya langsung mengabdikan diri untuk menjadi blogger sejati dengan bergabung ke beberapa komunitas blogger yang ada di Jakarta karena kebanyakan blogger aktif ya di Ibu Kota, pertemuan dan perkumpulan blogger (kopdar) sering saya ikuti untuk menambah ilmu, wawasan dan jaringan yang lebih luas untuk memperdalam dunia blogging. Prestasi dari dunia blog semakin terasa dengan lahirnya karya baru dan kesempatan yang lebih baru untuk mengikuti beberapa ajang kompetisi blogger.

Bagi saya, menjadi blogger saja tak cukup jika belum ada nilai yang bisa dibagi dalam artian disini, ilmu yang bisa dibagikan kembali untuk lingkungan sekitar, berangkat dari hobi menulis dan gemar menggunakan media sosial blog, barulah saya bergabung ke Komunitas KomTIK/RelawanTIK Jawa Barat regional Garut. Dari sinilah semua karya bisa tercurahkan. Alhamdulillah hobi yang saya miliki sedikitnya bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di Garut, dengan mengenalkan dan membimbing dunia blog untuk kepentingan informasi Desa dan perangkat masyarakat seperti RT/RW untuk mengekspos dan mengakses potensi yang ada dilingkungan sekitar, seperti seni dan budaya, makanan tradisional sampai prestasi yang diraih oleh lingkungan sekitar bisa diekspos informasinya ke dalam blog.

Insya Alloh untuk kedepannya, semua desa yang ada di Garut akan mendapatkan sosialisasi mengenai Internet sehat dan media informasi Blog untuk akses yang lebih mudah dalam memberi dan mencari informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Berawal dari hobi jika ditekuni dan dikembangkan pasti akan menjadi prestasi, bagi saya kerja itu main, bermain dengan kehidupan membebaskan diri untuk lebih berekspresi dalam berkarya tanpa mengenal ruang dan waktu juga tanpa harus takut dikejar deadline. Bekerja sambil main itu lebih asik, tapi jika kerjaannya  main-main saja itu hanya membuang waktu dan kesempatan. Ciptakan hobi menjadi prestasi dan kembangkan potensi untuk menggali kesempatan yang lebih luas. Salam bahagia dan salam sukses untuk Indonesia.

You Might Also Like

0 komentar