3 Anak Desa Cayur & Biji Karet

  • Sunday, June 21, 2015
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Dok.Foto: Muhammad Abdul Karim
Subhanalloh, luar biasa... malam ini ada sesuatu yang berbeda, ya betul beda banget, saya menemukan cerita anak yang sungguh menakjubkan, ini bukan sekedar anak ajaib tapi kisah anak yang menggugah inspirasi yang datangnya dari Desa Cayur, entahlah lokasi atau kawasannya dimana, malam ini saya dapat informasi dari postingan Kak Karim di beranda facebooknya, awalnya saya hanya sebatas selancar manja saja di facebook, sekedar buka-bukaan melepas rasa kenyang setelah berbuka puasa.

Tapi mata saya langsung terpana pada satu postingan yang menggambarkan pada permainan anak, mengapa saya tertarik memuat postingan ini? Karena permainan ini wajib dibudayakan, sebab saat ini permainan tradisional sudah hampir punah dengan inovasi permainan yang mendunia ya dunia sendiri yang tak bisa menyatukan interaksi dengan yang lainnya. Tapi setelah saya membaca postingan di beranda facebook malam ini (21-05-2015) saya tambah yakin ternyata permainan tradisional lebih beken dan lebih gaul, bisa menyatukan dan bisa mendekatkan interaksi sosial, anak akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Dok.Foto: Muhammad Abdul Karim
Yaaaa, dunia anak memang dunianya bermain, biarkanlah anak bebas untuk bermain dengan kreativitasnya jangan sampai ada jeda untuk menghentikan imajinasinya. Permainan yang lebih bebas akan mendekatkan anak pada dunianya sendiri. Seperti halnya ketiga anak Desa cayur yang sedang asik memainkan biji karet, dimainakan dengan cara dua biji karet ditutup dengan sandal jepit lalu salah seorang dari anak itu memukulnya siapa yang kuat biji karetnya dialah pemenangnya. Permainan ini lebih seru dan menantang, karena memainkan ketelitian dan mengasah kreativitas anak dalam memainkannya. Lebih seru kan dari pada game online? 
Dok.Foto: Muhammad Abdul Karim
Apalagi permaian tradisonal yang satu ini memberikan kesan yang sangat unik, saya juga pernah mengalami dan memainkan mobil-mobilan yang satu ini. Permainan ini lebih memainkan imajinasi dan membebaskan diri untuk lebih berekpresi. Pernahkah sahabat memainkan permainan tradisional yang satu ini, jika belum harus mencobanya, biarkan saja masa kecil menghampiri kembai untuk merefresh segala kepenatan dari padatnya aktivitas. Luangkan waktu untuk mempelajari dan mendalami dunia anak, mari bersama letarikan permainan tradisional.

Salam Bahagia
_Ipan Setiawan
______________________________________________________________________________
Dok.Foto: Muhammad Abdul Karim
Teks: Pribadi/Ipan Setiawan

You Might Also Like

0 komentar