Butiran Mutiara Dari Sawah

  • Sunday, March 20, 2016
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Insirasi dibalik kerja keras (dok: pribadi)
jangipan.com-Catatan Singakat, Berangkat pagi pulang larut malam adalah rutinitas yang biasa dilakukan oleh kedua Ibu yang penuh dengan semangat. Tak mengenal panas, hujan ataupun menggerutu karena lelah menyapa. Baginya setiap tetesan keringat adalah butiran semangat yang menjadi ladang ibadah.

Walaupun sudah menginjak usia sepuh (tua) tapi semangatnya melebihi semangat kaum muda, setiap perjalanan yang dilakukannya selalu diiringi dengan doa dan senyuman keramah tamahan menyapa setiap orang yang ditemuinya. 

Yaa, beliau adalah Ibu Odah dan Ibu Juju yang berasal dari Kampung Lebak Agung Garut, sosok Ibu yang menjadi inspirasi dan pemompa semangat baru, khususnya untuk kaum muda saat ini yang sedang di nina bobokan oleh segudang kemudahan namun terlalu larut dalam kemudahan itu sehingga menciptakan virus malam-malas manja.

Alhamdulillah disela-sela perjalanan saya menuju ke tempat kerja, bisa berkesempatan untuk bertemu dan menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan berbincang-bincang ringan dengan kedua Ibu ini. Ada satu kalimat yang saya dapatkan dan tentunya bisa menjadi mantra dan pelecut kemalasan untuk setiap orang yaitu "Suksesna Jalma mah gumantung kana kahayang jeung niatna, oge kumaha cara ngalakonan diantara kahirupan anu dipilampah. Hirup mah gumantung kana tilu rupa, nyaeta Cager, Bener tur Pinter" Kata Ibu Juju sambil tersenyum sambil memegang parit.

Kata-kata yang diucapkan oleh Ibu Juju itu artinya "Kesuksesa seseorang ditentukan karena keinginan dan niatya, juga tergantung pada cara melakukan diantara kehidupan yang dijalaninya. Hidup itu tergantung pada tiga macam yang menjadi kuncinya yaitu Sehat, Jujur dan Pintar, baik pintar menggunakan setiap peluang ataupun pintar menggunakan waktu pada sesuatu yang bermanfaat.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh kedua Ibu ini adalah sebagai buruh tani yang setiap harinya memanen padi ataupun menanam benih padi baru, kalaupun tak pergi ke sawah kedua Ibu ini menggunakan waktunya untuk kesempatan di kebun lain memanen sayur-sayuran dan palawija lainnya.

Dari silaturahmi bersama Ibu Odah dan Ibu Juju ini, saya mendapat ilmu yang tak pernah ada di bangku sekolah dulu, juga banyak hikmah yang bisa diambil dari silaturahmi ini diantaranya kesempatan itu selalu hadir menyapa setiap orang pada waktu yang bersamaan dengan langkah yang kita pijak dan kita lalui hanya saja, kepekaan seseorang terhadap kesempatan itu sering diabaikan dan tak pernah menyadarinya, bahwa sukses itu dekat dengan jari tangan dan telapak kaki. 


Salam
JangIpan.COM




You Might Also Like

0 komentar