Hujan Yang Tak Kunjung Reda, Begitu Pula Cerita Kita Yang Tak Ada Akhirnya

  • Tuesday, November 29, 2016
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Hujan yang menyimpan cerita bisu, sejarah baru dan penggalan kisah tak bersuara
Teman, kita memang selalu bersama. Setiap saat kita isi dengan cerita dan perjalanan baru. Namun dalam perjalanan itu, merasakah dirimu ada sesuatu? Kalau Aku sudah tentu, kita tak hanya bersama, namun saat ini menyimpan rasa. Yaaa, sebuah rasa yang tak biasa dirasakan, ada resah, gundah dan merasakan sebuah angan yang tak tersampaikan. Padahal jarak kita begitu dekat, tapi mengapa?? Diri ini tak bisa untuk mengungkapkannya, tak berani untuk memulainya, padahal dirimu begitu lembut untuk Ku sapa dari dekat. Yaaa, dari dekat. Tapi... sangat susah bagaikan lautan yang tak bisa didekap. 

Seharusnya, rasa ini tak semestinya terungkap. Namun apa daya, sebuah rasa terus memuncak dan menggelora tak bisa dipendam, akhirnyaaa...ya.,,inilah saatnya untuk Ku ungkapkan, ternyata kita tak hanya teman, bukan teman biasa, ternyata sebuah rasa yang bisa menyatukan kita hingga sampai saat ini, kita mengukir sebuah sejarah yang begitu indah. Warna-warni perjalanan yang kita lewati begitu indah, ada canda, tawa, sedih dan bahagia, bercampur menjadi satu. Dan, ada saatnya pula kita merasa konyol bersama karena tingkah kita yang terlalu lucu.

Dalam gemerincik hujan ini, Ku sapa dalam doa, kupanjatkan dalam sebuah doa, semoga perjalanan dan perjuangan yang kita lewati bersama, memberikan keberkahan dan manfaat untuk orang banyak, untuk adik-adik kita yang selalu melengkapi diantara kebahagiaan kita disetiap sorenya. seperti halnya para pengejar senja yang merasakan indahnya senyuman bumi pertiwi. 

Teman, sejujurnya Aku juga tau akan perasaanmu, sama juga kan dengan perasaanku saat ini? Susah untuk mengungkapkannya, karena rasa MALU. Benar kah seperti itu? Jika iya, mari kita ungkapkan bersama dalam sore yang indah, biarkan waktu yang mengantarkan kita untuk mengungkapkan sebuah rasa yang sama. Biarkan malam tetap menyapa dan memeluk serta menggenggam kisah kasih kita. Aku menunggunya teman, sangat menunggu akan kehadiranmu untuk melengkapi ruang ini. 

Jangan sampai ada rasa cemburu diantara kita, karena sebuah rasa yang selalu tertunda, hingga akhirnya sesal terus menyapa. Indah sekali ya perjalanan kita teman. sampai ada rasa yang tertunda segala, hmmmm.... apakah ini yang dinamakan teman berujung??? Ahhhh, sudahlah, ini hanyalah sebuah cerita pengantar malam disaat hujan menyapa. Hai teman, rasa itu tetap ada ya, pasti selalu tumbuh tak pernah mati, hanya saja tinggal menunggu waktu untuk menjawab dan mencurahkannya lebih indah.... 

                     πŸ’›πŸ’›πŸ’›Salam RinduπŸ’›πŸ’›πŸ’›

PERHATIAN!!! 
(Cerita ini saya persembahkan, untuk teman-teman yang punya rasa tak terungkapkan kepada teman sendiri yang kalian anggap spesial) Boleh di Share lagi kok, tapi tetep cantumkan sumbernya ya dari catatan www.jangipan.com

You Might Also Like

0 komentar