Tuesday, January 31, 2017

Berdamai Dengan Diri Sendiri dan Menerima Kenyataan

Tuesday, January 31, 2017 1
menunggu keajaiban yang hadir dari hati yang tulus (Dok: jawaban.com
"Aku disini tetap menunggu keajaiban itu datang, hadir bersama hati yang tulus dan kasih sayang yang lekat. Walau kata mereka sangat mustahil dengan adanya keajaiban saat ini, tapi bagiku keajaiban itu selalu ada dengan ketulusan. Yaa, dengan ketulusan, antara hati dan cinta yang selalu hadir melengkapi setiap detik berlalu dalam perjalanan. Aku mengerti akan hadir sosok yang selalu membuatku bahagia dan membuatku menjadi takut akan kehilangannya karena selama ini Aku telah nyaman berada di sampingnya, lekat bersama dirinya. Dan keajaiban itu hadir bersama doa dan hati yang selalu melengkapi setiap jejak yang indah"


Sunday, January 22, 2017

Tentang Rasa

Sunday, January 22, 2017 0
tentang sebuah rasa
Hari ini Aku merasakan hal yang sama, seperti dulu. Merasakan sesuatu yang tak biasanya Aku rasakan. Entah kenapa hari ini semua menjadi terasa berbeda, lebih indah, lebih bahagia dan lebih spesial. Apakah karena ada seseorang yang baru singgah di hati ini? Ah sudahlah, jangan sampai, yaaa jangan sampai berlebihan merasakan perasaan ini, cukup..cukup sebatas teman saja, nggak boleh lebih. Aku tau jika perasaan ini lebih kepadanya, pasti akan ada hal yang berbeda dan berubah. Tak mungkin bisa seperti pada awalnya, jika hati ini menyatu kembali pada sebuah rasa yang Aku rasakan saat ini, sudah pasti di ujungnya nanti akan ada perbedaan, entah itu cerita, perjalanan dan sejarah. Ya, karena sudah pasti bertubi-tubi ujian dan godaan akan menghampiri untuk menguji dan kedekatan kami. 

Ahhhh, sudahlah...Aku akan membiarkan rasa ini berlalu bersama waktu, ya bersama waktu yang tepat. Tapiii, rasanya tak bisa untuk membuang begitu saja perasaan ini. OMG.... kenapa harus ada sebuah rasa seperti ini lagi??? Bukan berarti Aku tak menyukai, mencintai dan menyayanginya. Tapi, Aku takut ada rasa sakit diujungnya karena perpisahan. Aku tak mau kehilangannya, Aku takut kehilangan seperti yang telah Aku alami. Cinta dan sayang ini sangat tulus, dan Aku sangat menyayanginya. Semoga Alloh tetap menyatukan kami bersama, memberikan warna dengan kisah dan cerita terindah.

Wednesday, January 11, 2017

Menjaga Waktu dan Mengabadikan Momennya

Wednesday, January 11, 2017 0
Waktu yang kita lewati saat ini tak akan pernah terulang kedua kalinya, begitu juga dengan momen yang ada saat ini tak akan pernah hadir kembali, cukup saat ini saja. Selebihnya adalah misteri. Sesuatu yang tak akan bisa kita rasakan dengan cara dan jalan yang sama. Sudah kah kita mengabadikan momen saat ini? Sudah kah kita bersyukur akan kehadiran waktu dan kesempatan hari ini? Yaaa, terkadang kita melupakan hal itu dan lebih mengejar dan mencari sesuatu yang masih semu. Sedangkan waktu yang saat ini sudah kita hadapi kadang diabaikan dan dilewatkan begitu saja, yang lebih parahnya lagi mengisinya dengan sesuatu yang percuma, padahal waktu yang menyapa kita saat ini begitu berharganya.

Selagi masih ada waktu dan kesempatan hari ini, dan masih ada beberapa jam ke depan sebelum berganti hari, mari sejenak menundukan kepala untuk berdoa dan bersyukur kepada sang penciipta, yang telah memberikan kesempatan hari ini, dengan diberikannya kesehatan, usia dan kebahagiaan hari ini. Berdoa menurut kepercayaannya masing-masing serta bersyukurlah atas keberkahan hari ini, dengan dipertemukannya dengan hari dan momen yang lebih seru. 

Teman, mumpung kalian masih muda dan masih banyak kesempatan dan peluang di depan, gunakan dan jagalah waktu yang kalian miliki selagi masih di sekolah dan di kampus, karena tak semua orang bisa merasakan pendidikan yang sekarang kalian rasakan dan nikmati, bisa belajar dengan optimal dan memiliki akses yang kalian mau. Dan, sedangkan mereka yang ada di luaran sana, jangankan untuk belajar senyaman kamu, mereka harus lebih keras untuk mencari uang supaya bisa belajar seenak dan senyaman yang kamu rasakan saat ini, membuka buku, duduk manis didalam kelas dan berkumpul bersama teman-temanmu. Masih mau menggerutu dan kesal dengan keadaanmu saat ini? 

Banyaknya tugas di sekolah atau di kampus bukan sebuah alasan atau menjadi beban, tapi itu adalah proses untuk menuju keberhasilan dan perjalananmu saat ini. Dan langkah awal untuk memupuk pengetahuan dan kemampuanmu saat ini, sejauh mana kamu mampu menyelesaikannya dan menghadapinya dengan sebuah caramu sendiri. Untuk saat ini, yuk banggakan kedua orang tua kita yang sudah kerja keras bahkan lebih keras lagi untuk memperjuangkanmu supaya kamu bisa menikmati dan merasakan kemapanan dalam belajar.

Bersyukur adalah cara paling ampuh untuk memulai segalanya, kebahagiaan yang bisa kita dapatkan adalah mensyukuri atas setiap kesempatan yang telah Alloh SWT berikan kepada kita semua. Serta tetap berikan dan yang terbaik untuk diri kita dan lingkungan disekeliling kita, selama niat kita baik insya Alloh segalaya akan terasa lebih baik dan akan lebih bermakna.


Salam
_jangipan


Monday, January 2, 2017

Yuk Belanja di Pasar Tradisional

Monday, January 02, 2017 1
Belanja Manja di Pasar Tradisional (Dok.Pribadi) 
Halooo, teman-teman semuanya, haiii gimana kabarnya kamu di Tahun Baru 2017 ini? sudah ada rencana untuk menggebrak dengan inovasi baru kah? Wajib itu yaaa, secara di Tahun ini kita harus lebih matang dan lebih maksimal dalam mengisi dan memulai perjalanan yang lebih seru. So, karena dalam setiap perjalanan itu pasti selalu tersimpan sebuah pelajaran yang sangat berharga. Tak akan ada kisah dan sejarah baru kalau kita belum memulai perjalanan baru. 😊

Nah..nah..nah.. di postingan kali ini Ujang ingin mengulas sedikit mengenai kebiasaan berbelanja di era modern ini. Masih ada kah teman-teman yang suka belanja dan pergi ke pasar tradisional? Kalau Ujang sudah jelas, suka banget. Secara pasar tradisional lebih merakyat dan barang-barang yang dibutuhkan tumpah semuanya ada disana. 

Terutama silaturahminya dapat banget, coba saja bayangkan pedagang dan pembeli langsung berkomunikasi layaknya sudah menjadi teman dekat bahkan sudah seperti keluarga, dan tentunya tradisi tawar menawar masih melekat, itulah keunikannya. Kita bisa merasakan kepuasan tersendiri mulai dari memilih barang sampai menawar harga sampai bisa mendapatkan harga yang super murah meriah. 

Dan tentunya tak ada kembalian yang di tahan dengan embel-embel mau di donasi kan kah? Jika ada kembalian pun paling dibelikan dengan barang yang sebanding, misalnya dengan bumbu racik. Intinya belanja di pasar tradisional itu lebih istimewa. Komunikasi, ramah tamah dan silaturahmi pedagang dan pembeli terasa banget, walaupun tak diawali dengan sapaan "Selamat datang di pasar tradisional, terima kasih telah berbelanja, silahkan datang kembali" justru di pasar tradisional kalau kitanya lebih welcome dan akrab, pedagang akan memberikan bonus, minimal berat timbangannya di tambahin, atau kalau beli bumbu biasanya suka di kasi lebih, itu yang suka Ujang rasakan kalau belanja di pasar tradisional. 

Pelayanan di pasar tradisional juga lebih nyaman dan lebih ramah, tentuya di pasar tradisional kita bisa secara langsung beriteraksi dengan pedagang serta lebih lekat dengan budaya kita, atau ala pedesaannya lebih kental. Secara di pasar tradisional sayur, buah, daging dan barang-barang yang di jajakannya pun lebih segar. Kita bisa memilih sesuka hati sesuai kebutuhan dan harganya pun lumayan terjangkau. Untuk teman-teman yang belum pernah belanja ke pasar tradisional, sepertinya wajib untuk di coba tuh 😉 atau jalan-jalan manjanya bisa dialihakn ke pasar tradisional, kali-kali bisa tuh, cari suasana baru 😗