Bijak Mengelola Finansial Pasca Lebaran

  • Friday, July 07, 2017
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments


Bijak kelola keuangan, jangan sampai kebablasan belanja (Dok: pribadi) 
Salam bahagia, salam terindah di hari dan bulan yang berlimpah berkah, semoga kebahagiaan, kesehatan dan keselamatan selalu mengiringi kita semua, amiin. Nah..nah..nah... bagaimana kabarnya teman-teman? Yeeeeee, ceria dan sukses selalu tentunya yaaa, bagaimana kesan-kesan selama bulan ramadhan bulan kemarin? Semoga diberikan rezeki yang berlimpah berkah, rezeki yang tak terhingga bahagia seluas-luasnya. 

Momen lebaran pasti masih terasa sampai sekarang, kumpul seru dan silaturahmi bersama sanak keluarga, mengukir cerita dan momen-momen yang begitu indah. Begitu juga dengan momen-momen lainnya yang tak bisa diungkapkan, tak mengapa biarkan rasa bahagia terus menyelimuti dan mengiringi setiap langkahnya.

Essstttt, tapiii ingat jangan sampai kebablasan mengikuti nafsu yang tak berujung, mau ini dan itu akhirnya tabungan bablas hempas habis. Ohhhh Noooo jangan sampai tabungan nihil, sebelum kebablasan yuk kita atur dan kelola dengan lebih baik. Keuangan akan lebih stabil jika kita pandai mengelola dengan bijak. Sudah siap kah? Wajib siap-siap dari sekarang yaaa, pantau dan terus perhatikan pemasukan dan pengeluaran yang ada di dompet.

Tabungan tetep wajib di jaga jangan sampai menyusut, tapi lebih bagus terus di tambah dan tingkatkan pemasukannya, cara terbaik untuk meningkatkan tabungan adalah dengan menambah pundi-pundi dari manapun, yeyeeeyeye biasanya nih kalau lebaran itu banyak ampau berkah, plus kalau teman-teman pandai berwirausaha saat ramadhan lalu, pasti pemasukannya ada lebihnya kannn? Nah, lebih atau keuntungan yang didapatkan jangan sampai menyusut, pandailah menyimpannya.

Susah menyimpan atau takut kepakai dengan pengeluaran apapun? Langsung aja di tabung di rekening bank yang kita punya, supaya keuangan kita tetap terjaga yaaa... 😊 Karena kalau kita nyimpennya di Bank, simpanan kita sudah jelas dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) 

Mengelola keuangan dengan bijak bisa memberikan keuntungan yang maksimal, selain lebih hemat juga kita bisa lebih mengetahui pemasukan dan pengeluaran secara terinci. Juga simpanan lebih aman dan nyaman, kapanpun dan dimanapun kita bisa memantau keuangan secara maksimal.

Dan teman-teman perlu tahu juga, bahwa setiap tabungan yang kita simpan di Bank selain memberikan kenyamanan dengan fasilitas yang diberikan oleh masing-masing Bank, juga LPS menjamin keamanan finansial secara utuh, diantaranya LPS menjamin simpanan sebagai berikut:

1. Simpanan yang dijamin meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

2. Simpanan nasabah bank berdasarkan prinsip syariah yang dijamin meliputi:
a. Giro berdasarkan prinsip wadiah
b. Giro berdasarkan prinsip mudharabah
c. Tabungan berdasarkan prinsip wadiah
d. Tabungan berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah atau prinsip mudharabah, muqayyadah, yang risikonya ditanggung oleh bank.
e. Deposito berdasarkan prinsip mudharabah muthlaqah atau prinsip mudharabbah muqayyadah yang risikonya ditanggung oleh bank dan atau
f. Simpanan berdasarkan prinsip syariah lainnya yang ditetapkan oleh LPS setelah mendapat pertimbanan LPP.

3. Simpanan yang dijamin mencangkup pula simpanan yang berasal dari bank lain
4. Nilai simpanan yang dijamin LPS mencangkup saldo pada tanggal pencabutan izin usaha bank
5. Saldo tersebut berupa:
a. Pokok ditambah bagi haisl yang telah menjadi hak nasabah, untuk simpanan yang memiliki komponen bagi hasil yang timbul dari transaksi denga prinsip syariah
b. Pokok ditambah bungan yang telah menjadi hak nasabah, untuk simpanan yang memiliki komponen bunga.
c. Nilai sekarang pertanggal pencabutan izin usaha dengan menggunakan tingkat diskonto yang tercatat pada bilyet, untuk simpanan yang memiliki komponen diskonto.

6. Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah hasil penjumlahan saldo seluruh rekening simpanan nasabah pada bank tersebut, baik rekening tunggal maupun rekening gabungan (joint account)
7. Untuk rekening gabungan (joint account) saldo rekening yang diperhitungkan bagi satu nasabah adalah saldo rekening gabungan tersebut yang dibagi secara prorata dengan jumlah pemilik rekening.
8. Dalam hal nasabah memiliki rekening tunggal dan rekening gabungan (joint account) saldo rekening yang terlebih dahulu yang diperhitungkan adalah saldo rekening tunggal.
9. Dalam hal nasabah memiliki rekening yang dinyatakan secara tertulis diperuntukan bagi kepentingan pihak lain (beneficiary) maka saldo rekening tersebut diperhitungkan sebagai saldo rekening pihak lain (beneficiary) yang bersangkutan.
10. Sejak 13 Oktober 2008 saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pasa satu bank adalah paling banyak sebesar Rp. 2 Milyar.

You Might Also Like

0 komentar