Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup dan Teratur Mengkonsumsi Makanan Sehat

  • Tuesday, November 07, 2017
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Gerakan Pola Hidup Sehat (Dok: pribadi)
Syukur Alhamdulillah.., pada kesempatan kali ini ujang mendapatkan kado spesial di #WorldObesityDay yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Hotel Haris-Jakarta. Kali ini Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia memperingati Hari Obesitas Sedunia, Nah, mungkin sebagian orang terutama generasi muda belum ngeh terhadap dampak dari obesitas sendiri yang ditimbulkan oleh pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.

Nah, pada momen spesial ini pula Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Menghadirkan Narasumber yang kompeten dalam hal gaya hidup dan pola hidup sehat, tentunya ujang jadi lebih paham mengenai arti pentingnya menjaga serta memperhatikan asupan tubuh, dalam hal ini mengkonsumsi makanan. Sttt, setelah tau lebih detail jadi ngeri juga kalau melihat gorengan atau makanan yang serba di goreng, woooh kenapa tuh? Bukannya gorengan itu adalah camilan favorit yang paling istimewa? Hmmm, kalau sekarang sih mesti mikir dua kali, bahkan berkali-kali. Takut banyak penumpukan lemak jahat yang bisa mengganggu kesehatan secara permanen. Lebih baik mencegah deh dari pada harus berobat.

Dan yang harus kita ketahui bahwa penyebab obesitas bisa terjadi karena penumpukan lemak akibat pola makan yang kurang sehat, serta banyak mengkonsumsi makanan yang di goreng, selain itu kurangnya istirahat (tidur) juga bisa menjadi salah satu penyebab obesitas. Nah, hayooo siapa yang setiap malam doyan begadang?

Untuk saat ini yuk begadangnyanya dikurangi, plus perhatikan juga dalam porsi dan pola makan, sudah saatnya meninggalkan secara perlahan makanan yang di goreng, dan beralih ke makanan yang sehat dengan cara di rebus atau dikukus. Semakin kita melek terhadap kesehatan tubuh, maka hidup sehat akan selalu kita nikmati setiap hari.

Di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukan peningkatan prevalensi obesitas pada penduduk berusia > 18 tahun dari 11,7% (2010) menjadi 15,4 % (2013). Rikesdas tahun 2013 juga menunjukan disparitas prevalensi obesitas dari nilai prevalensi nasional pada beberapa provinsi di Indonesia. Wihiii ngeri juga nih, nah..nah.. bisa jadi peringatan juga tuh untuk para remaja yang kurang peduli terhadap kesehatannya, serta pola dan gaya hidup yang kurang sehat. Hmmm, masih mau bermalas-malasan juga buat kesehatannya?

Obesitas juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu genetik, lingkungan, obat-obatan dan hormonal. Obesitas tak hanya berdampak pada kesehatan secara fisik, tapi bisa berdampak pada masalah sosial ekonomi. Dampak terhadap konsekuensi ekonomi masyarakat atau perorangan seringkali tertutupi oleh dampak kesehatan dan sosial, sehingga upaya pencegahan jelas akan lebih menghemat biaya dibandingkan upaya pengobatan.

Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Lily S Sulityowati MM menghadiri dan membuka acara Seminar Obesitas yang diselenggarakan di Hotel Harris-Jakarta. Pada kesempatan ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menjaga gaya dan pola hidup sehat serta aktif berolah raga kapanpun dan dimanapun, meluangkan waktu 10 menit untuk berolah raga secara teratur.

Olah raga serta asupan makanan secara sehat dan teratur adalah cara yang paling mudah untuk mengatasi dan meminimalisir obesitas. Yuk ahhh mulai hidup sehat dengan cara yang sederhana dan terapkan setiap hari untuk hidup yang lebih sehat. 


You Might Also Like

0 komentar