FILM LIMA, Prinsip dan Konsep Kehidupan Masyarakat

  • Monday, June 18, 2018
  • By Ipan Setiawan
  • 0 Comments

Keberagaman menyatukan cinta dan perdamaian (Dok: PosFilm)
"Setiap akhir akan ada kelahiran baru, dan setiap masa pasti akan ada kadaluarsanya" Penggalan kata itulah yang selalu ujang ingat disepanjang alur Film LIMA, dan kata-kata itu selalu terngiang. Kata-kata itu memang sudah familiar ujang dengar, namun dalam Film LIMA ini ada sentuhan dan sesuatu yang dahsyat. Bahwa Perbedaan bukanlah sebuah perdebatan yang tiada ujung dan akhirnya, tapi perbedaan merupakan suatu pelengkap. 

Ya, perbedaan bukan untuk diperdebatkan apalagi menjadi sebuah problematika. Tapi dengan hadirnya perbedaan supaya kita lebih tau dan bisa memahami arti dari setiap perbedaan, menjadi satu kesatuan yang utuh dan menjadi kuat. Dalam Film LIMA inilah setiap perbedaan dikemas menjadi satu kesatuan yang apik.

Film LIMA diangkat dari dasar Negera Indonesia yaitu PANCASILA, dari masing-masing sila-nya itu dikemas dan dikembangkan lewat sebuah Film, yang di garap oleh lima sutradara diantaranya Lola Maria, Shalahudn Siregar, Harvan Agustriansyah, Tika Pramesti, dan Adrianto Dewo, serta Penulis Titien Watimena dan Sinar Ayu Massie. Film LIMA ini mengangkat kehidupan sehari-hari dilingkungan Masyarakat yang sering kita jumpai.

Dan tentunya merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi jangipan bisa mendapatkan kesempatan untuk nonton bareng Film LIMA yang diselenggarakan di Djakarta Theatre, pada tanggal 1 Juni 2018. Pengalaman yang luar biasa setelah nonton Film LIMA ini, dimana tanpa kita sadari atau pun tidak, perbedaan di dalam keluaga itu sangat kuat, namun jika mampu mengolah dan melengkapinya dengan komunikasi yang baik dan menyampaikan dengan cara yang cerdas, perbedaan itu akan menjadi indah.

Film LIMA yang diangkat dari keluarga dan kisah Tiga anak yatim Fara (Prisia Nasution), Aryo (Yoga Pratama), dan Adi (Baskara Mahendra) dalam keluarga tersebut terdapat perbedaan keyakinan (Agama) yang pada awalnya memperdebatkan keyakinan pada saat Maryam (Tri Budiman) Ibu dari tiga anak dalam keluarga tersebut meninggal dunia. Akhirnya dengan adanya komunikasi yang baik didalam kelurga tersebut terciptakan kerukunan, dan saling memahami dan melengkapi.

Keluarga adalah satu-satunyanya tempat untuk belajar dan mempelarari segalanya, lewat sebuah Film LIMA inilah pesan dan  peran keluarga  untuk melengkapi dan memahami perbedaan dikemas dengan baik, hingga terciptalah penerapan Pancasila dalam aspek kehidupan, yang diawali dari dalam keluarga.

Dan untuk teman-teman yang ingin tau bagaimana proses shooting dan membuat konsep terbaik Film LIMA bisa dilihat disini juga ya

You Might Also Like

0 komentar