Destinasi Desa Peundeuy, Surga Wisata yang Tersembunyi

Desa Peundeuy Singajaya Pangrumasan, Kab.Garut (Dok: pribadi)
Gehuuuu..., Bala-bala..., Huuuiii sobat Travelers, kali ini jangipan mau ngasi kabar seru dan menyegarkan tentunya, perjalanan yang istimewa dan mempesona, pada perjalanan kali ini jangipan menemukan banyak keseruan mulai dari momen diperjalanan yang terjal, milih angkutan umum yang membuat sport jantung, sampai menikmati indahnya nuansa Desa Peundeuy, pokoknya impian jangipan untuk menikmati momen pedesaan sudah terbayarkan dan terkabul.Nahhh hayooo gimana liburan lebaran kalian? Share juga atuh disini yaaa  😉
Terminal Guntur Garut (Dok: pribadi)
Nahhh, tepat pada pukul 10.00 WIB jangipan sudah merapat ke kawasan Terminal Guntur, karena sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari Kang Hilmi (Pemuda Desa Peundeuy) katanya untuk menjangkau ke kawasan Pangrumasan hanya ada 1 mobil saja, otomatis jangipan panik juga dong secara sudah jam 10.00 WIB lebih sedikit mobilnya belum kelihatan juga, yang ada mobil untuk jurusan daerah lain. Daaaan ternyata mobil yang biasa ke Pangrumasan kejebak macet di sekitaran Maktal (ya memang sekitar maktal terkenal dengan kemacetan panjangnya, apalagi untuk saat ini masih arus balik liburan lebaran telah usai pak bosss) 😀

Rasa panik jangipan langsung reda seketika ketika mendapatkan mobil yang akan dituju sudah datang (maklum jangipan jadi auto panik, dikarenakan baru pertama kali berkunjung ke Singajaya Pangrumasan, sebuah Desa yang sangat cantik yang tak akan terlupakan, serta masyarakat yang ramah. Untuk menempuh perjalanan ke Desa Peundeuy-Pangrumasan ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 3-5 jam tergantung transportasi dan kecepatan yang di jalankan, kalau jangipan pada saat berkunjung menggunakan waktu sekitar 5 jam (10.00-14.00 WIB).
Selamat datang di Rumah Kang Hilmi (Dok: pribadi)
Setelah menikmati perjalanan 5 jam dari kawasan Garut Kota, akhirnya terbayar sudah dengan nuansa desa dan pemandangan gunung yang mengelilingi sekitar halaman rumah, serta nyanyian alam. burung, suara ayam jago bersahut-sahutan dan sederet momen indah didalamnya terangkum indah menjadi saksi perjalan spesial. Ditambah lagi dengan susana rumah yang sejuk dan kehangatan didalamnya, disambuit oleh keluarga besar kang Hilmi, subhanaloh terimakasih banyak Kang Hilmi, Mamah, teteh, De IA juga serta teman-teman Kang Hilmi, kang Ilal, Kang Diki dan teamnya 🙏
Jamuan makan siang di rumah Teteh Kang Hilmi (Dok: pribadi)
Subhanalloh, kebahagiaan serta rezeki yang tak terbatas, setelah sampai di Kawasan Peundeuy Pangrumasan, jangipan langsung di sambut oleh Mamah, Teteh, dan keluarga Kang Hilmi, dan tentunya setelah bersih-besih mandi, sholat ashar, langsung di jamu makan siang dengan paket komplit, Jazakumullohu khoiron katshiro Kang Hilmi beserta keluarga 🙏.
Senja di Desa Peundeuy Pangrumasan (Dok: pribadi)

Anugerah Alam Desa Peundeuy (Dok: pribadi)
Sore berlalu, kini Senja lah yang menyapa, semilir angin malam menghembuskan pesan, bahwa ada cinta yang menyapa diantara alam dan seisinya, indahnya Destinasi Desa Peundeuy Pangrumasan kini semakin terasa. Malam yang hangat serta suara alam yang menyapa untuk menikmati nuansa perkampungan dan sekitarnya. Inilah Pesona Garut yang terangkum indah di Desa Peundeuy Pangrumasan.
Zona Hotspot dari cari sinyal (Dok: pribadi)

Warung Tanjakan (Dok: pribadi)
Nahhhh, ada satu momen yang seru banget nih, ini kita cerita tentang perjuangan mencari sinyal, di Kampung Pangrumasan ini belum sepenuhnya bisa diakses dengan jaringan internet, disini hanya beberapa provider saja yang bisa support, dan itu harus berjuang dulu ke kawasan dataran tinggi, nahhh disinilah para pemuda desa sering menghabiskan sebagian waktunya untuk berkomunikasi dan online ria, jangipan sebut kawasan ini dengan Warung tanjakan, jadi di kawasan ini ada satu warung yang menyediakan tempat, untuk berkumpul generasi milenial yang ingin berselancar internetan, karena disinilah satu-satunya tempat untuk menjaring sinyal 😃.

Dan yang uniknya lagi warung ini hanya memiliki satu pintu kecil untuk melakukan transaksi jual beli, dan mantap banget semua jajanan tradisional ada disini, untuk kamu yang ingin menikmati momen istimewanya juga boleh segera menyusul dan nikmati perjalanan Destinasi Desa Peundeuy Pangrumasan.
Menikmati momen masak di hawu = tungku tanah (Dok: pribadi)
Saatnya memasak di Hawu (Dok: pribadi)

Masak tradisional, rasa yang lekat dengan kenikmatan (Dok: pribadi)

Nuansa masak jadi makin berkesan (Dok: pribadi)

Beginilah kesan memasak ala tradisional, kekeluargaannya terasa banget (Dok: pribadi)

Masakan Favorite, tahu goreng (Dok: pribadi)
Makan Malam bersama Keluagra Kang Hilmi (Dok: Pribadi)
Menu ikan nila spesial (Dok: pribadi)

Sambal Terasi lezat mantap (Dok: pribadi)

Menu Mie Sayur Kecap (Dok: Pribadi)
Rasanya kurang lengkap kalau Jelajah Desa tanpa menikmati momen pengalaman masak-masak manja ala kampung halaman, nah jangipan juga gak ingin ketinggalan momen untuk merasakan masak di Hawu (tungku yang terbuat dari tanah liat) dan tentunya, spesial banget, bisa sekaligus masak sambil menikmati masakannya, nah berikut sudah jangipan sajikan ya momen serta hidangan selama jangipan bereksperimen memasak. Dijamin masakannya nampol mantapp..., kuyyy ada yang mau berkunjung ke sini juga? Untuk panduan dan informasi bisa DM di instagram @jangipann saja yaaa....

Begitu juga, jangipan gak mau ketinggalan momen untuk mengabadikan foto selama di Desa Peundeuy Pangrumasan, dan berikut merupakan selipan selama perjalanan dan berkunjung ke Curug Nyusun.

Jelajah4G smartfren community (Dok: pribadi)

Spesial momen Curug Nyusun (Dok: pribadi)

Curug Nyusun, spesial hunting (Dok: pribadi)

Share moment with Kang Hilmi (Dok: pribadi)

Temukan keindahannya di Curug Nyusun (Dok: pribadi)

Destinasi Wisata Curug Nyusun (Dok: pribadi)

Pesona Garut, Garut Indah Berbudaya (Dok: pribadi)

Temukan Dunia Baru, dan nikmati seutuhnya (Dok: pribadi)


BERSAMBUNG........


You Might Also Like

0 komentar