Golden Memory WartaMuda, Satu Langkah yang Pasti dan Sang Pengejar Mimpi

  • Sunday, November 24, 2019
  • By jangipan
  • 0 Comments

Jendela ini baru ku Buka (dok: pribadi) 
Jendela ini baru Ku buka lagi, awalnya enggan untuk memulai kembali, karena rasa khawatir, takut, dan masih menyimpan kesakitan. Namun, setelah Ku pikir ulang, jika terus-terusan berdiam saja, itu salah besar dan tak akan menemukan perubahan dan akan gitu-gitu aja. Hingga akhirnya Aku memulai sesuatu yang baru, dan gak pernah terpikirkan sebelumnya. Perjalanan ini berawal dari khayalan semata. Imajinasi disaat malam yang sepi menyapa dan menghampiri, yang akhirnya Ku beranikan untuk menembus batas, akhirnya bisa juga! 

Wartamuda, sebuah kumpulan yang bisa dikatakan unik, berawal dari keresahan dan kegelisahan juga, pertama kali tercetus di kobong/kamar pesantren disaat itu masih menikmati menjadi seorang santri, yaaa santri yang hanya mengikuti alur dan tak pernah bisa lebih seperti yang lainnya. Namun banyak ilmu dan pengalaman yang bisa dikembangkan di lingkungan itu. Mengapa harus wartamuda? Yaaa, yang namanya juga iseng yang dikolaborasikan dan disinergikan dengan hobi, wajar saja jika tak bisa dimengerti, tapi jika kalian paham, nanti juga akan mengerti kok 😀

Sebut saja Isal atau nama lengkapnya Faisal, bener gak sih? pokoknya itu deh, itu anak pertama kali ketemu disaat jangipan lagi ngisi acara mengenai blogging di SMKN 2 Garut, berawal dari sharing session, hingga bertukar informasi, lanjut bisa menciptakan sebuah karya tulis di blognya masing-masing pelajar SMKN 2 Garut. Dan akhirnya seiring berjalannya waktu, aktivitas blogging menjadi sebuah kelas pilihan setelah pulang sekolah, yang diselenggarakan setiap satu minggu satu kali. 

Selang beberapa bulan, Isal ini menghubungi saya, bahwa dia dan temannya sedang mencari tempat untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dan tentu dia meminta referensi tempat untuk melakukan salah satu tugas dari Sekolahnya, lumayan lama sih sekitar 3 bulan, yooooweeesss, disitu lumayan mikir ekstra juga, gimana caranya itu anak bisa mendapatkan tempat prakerin yang bisa dijangkau. Plus jangipan juga bisa ikut terlibat didalamnya, dalam hal ini tetap memberikan motivasi dan menyebar luaskan gerakan literasi digital. 

Jujur, di kobong pesantren di pojokan sambil rehat sejenak dengan teman-teman santri, jangipan mencetuskan bagaimana ide yang jangipan miliki bisa terealisasikan. Yesss akhirnya tercetuslah ide singkat "wartamuda" gabungan dari dua kata "warta" yang artinya informasi "muda" sudah tentu yang menyampaikan dan yang menerima informasinya anak muda, generasi muda, yang pada saat itu menjadi target utama untuk menyebar luaskan ide literasi digital. 

Yessss, ide itu langsung dieksekui, jangipan minta bantuan secara instan juga kepada salah satu pelajar SMKN 2 Garut, Bang Upi biasa jangipan sapa, dia jago bikin desain dan cara kerjanya pun sangat cepat. Saat itu jangipan hanya memberikan deskripsi singkat mengenai logo wartamuda, itu pun lewat coretan kertas kecil yang di foto menggunakan kamera ponsel dan dikirim lewar media sosial. Yesss akhirnya logo jadi dalam waktu 1 jam kemudian. Benar-benar cepat. Terciptalah logo pertama seperti berikut. 
Logo pertama, yang kini tetap melegenda (Dok: pribadi) 
Setelah logo pertama jadi, jangipan langsung menghubungi kembali, bahwa isal bisa Prakerin di tempat yang baru saja saya buat. Sungguh luar biasa, dari pihak sekolah langsung merespon baik dan mengizinkan untuk melaksanakan Prakerin. Subhanalloh, ini berawal dari ide yang terlintas dan diyakinkan dengan pasti, akhirnya terwujud juga. Awalnya yang prakerin hanya Isal dan 1 orang temannya namanya Kukuy (Farhan Sofwani) sama sekali saya gak tau sama ini anak yang satu, di sekolah aja jarang ketemu, dan alhamdulillah anaknya baik dan memiliki keahlian yang keren di bidang fotografi dan editing. 

Selang beberapa hari lagi, Isal menginformasikan bahwa ada satu temannya lagi yang ingin ikut serta, dikarenakan kehabisan tempat prakerin juga. Oke..., lanjut nambah lagi satu, jadi 3 deh akhirnya. Tapiiii tunggu dulu, jangipan juga merekrut dua bidadri dari jurusan broadcasting, kenapa jangipa rekrut, karena jangipan sudah tau keahlian mereka di organisasi OSISnya, dia adalah Fazriyana Samsiyah, dan Rizki Amelia. Wuhuuu lengkap sudah, total peserta prakerin ada 5 orang. Tak berhenti disana. Jangipan pun harus memikirkan dimana pula tempat untuk melaksanakan kegiatannya, masa iyaa harus dibawa ke kobong pesantren, gileeee aja bisa-bisa pak haji ngamuuuk #hihhihi😄

Yesss, solusi jalan, jangipan cari tempat kontrakan yang bisa menampung kurang lebih 5 orang peserta prakerin dan 3 orang pembimbingnya, saat ini sebagai pembimbingnya jangipan, bang upi, dan bang idat, oh iya ada tambahan support bang wahyu dan bang iki, tapi tidak setiap hari karenaa ada tanggung jawab juga dari orang tuanya. Dua Minggu berjalan lancar melakukan aktivitas pendampingan dan bimbingan prakerin, dan alhamdulillah selama proses pendampingan itu ada anak rajin juga mampir ke tempat kami, dia adalah Kutet (Lukman) yang sedang prakerin di tempat lain, hampir setiap hari rutin mampir menemui Isal, dan akhirnya Kutet pun ikut gabung juga, alasannya karena melihat aktivitas yang kami jalankan bisa terlihat seru dan menyenangkan. 

Alhamdulillah selama 3 bulan berlalu kami memiliki peserta prakerin yang didampingi sebanyak 6 orang. Setiap hari yang kami lewati seru banget, banyak tantangan seru, tak sedikit pula tantangan yang membutuhkan pemikiran ekstra mulai dari menyatukan ide, pendapat, karakter dan hal lainnya. Yang pada akhirnya membuat kami menjadi satu kelurga yang bisa menerima satu dan lainnya.

Aapa yang terjadi, dan bagaimana kah perkembangan wartamuda hingga saat ini? Subhanalloh, luar biasa dari tahun ke tahun kami menemukan momen, tantangan, dan karakter yang unik dari setiap generasi, tentunya kami menemukan generasi emas yang memiliki potensi yang unggul.
Pose pertama dari tim wartamuda (dok: pribadi) 
Pose Project pertama membuat video destinasi wisata Garut (Dok: pribadi) 
Generasi pertama yang membangun dan membangkitkan semangat generasi kami (Dok: pribadi) 
Generasi tangguh, beliau adalah para perempuan tangguh (Dok: pribadi) 
Generasi pertama yang membangun karakter wartamuda diantaranya: jangipan, bang upi, bang wahtu, isal, bang hakim, bang akmal, bang widi, teh wita, teh triska, dan teh... aduh lupa lagi (duuh nanti saya update lagi) hihihi

Selang beberapa bulan, baru lah Isal dan teman-teman ikut masa prakerin, dan semakin berkembang pula keluarga besar wartamuda. Seiring dengan berjalannya masa ke masa kami terbentuk secara organik. Mengikuti Alur dan proses yang indah.

Bagaimana dengan project pertama wartamuda? Luar biasa penuh tantangan, pertama kali kami ditugaskan oleh salah satu Dinas yang menaungi wisata di Garut untuk melakukan peliputan dan mendokumentasikan wisata Garut Selatan dan Sekitarnya. Dengan modal nekat dan kemauan yang kuat, tanpa ada support terlebih dahulu, yang pada awalnya oknum Dinas menjanjikan penggantian uang transport dan honor yang lumayan bagi kami. Hingga saat ini? Alhamdulillah seluruhnya kadaluarsa, yang berujung jangipan sendiri harus menanggung resiko yang besar 😖
presentasi dan Kunjungan pertama Ke Kementerian Pariwisata RI (Dok: pribadi) 
Merupakan momen terbaik yang bisa didapatkan bisaa mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata, untuk mempresentasikan video pertama Destinasi Wisata Garut. Bagaimana momennya luar biasa, kami sebagai generasi muda dan pelajar Garut bisa terlibat dalam video kreatif.
Sesi Istirahat di kawasan Gedung Kementerian Pariwisata RI (Dok: pribadi) 
Pertama kali kami berkunjung ke Kantor Kementerian Pariwisata untuk ikut serta dalam rangkaian presentasi video dokumenter kreatif wisata Garut.
The Power Of  Silaturahmi (Dok: pribadi) 
Ini Generasi dengan kekuatan silaturahmi yang memberikan semangat terbarukan, dari kiri ke kanan Bang Ilham, Bang Upi, Bang Iki, Teh Ziza, jangipan, Kang Yoga, dan Kang Ilham. Di generasi ini kami sebagai generasi WartaMuda yang membangun dan mengembangkan ke wilayah Jawa Barat. Alhamdulillah mendapat respon positif dalam setiap kegiatan undangan blogger yang kami ikuti.
Sweet Family (Dok: pribadi) 
Subhanalloh, ini ukiran yang sangat lengkap membuat sebuah acara yang dikolaborasikan dengan sentuhan Teknologi, Literasi Digital semakin kami rasakan. Berkat dukungan support dari Founders Bloggercrony, Teteh Wawa, kami bisa belajar lebih mengenai management waktu dan membuat rangkaian acara yang super seru, tanpa modal hanya modal kekuatan semangat dan the power of udunan #hihihi
Partisipasi dalam peringatan Hari jadi Garut ke 205 (Dok: pajar nurdiansyah) 
Education Garut Award 1.0 (Dok: pribadi) 

Ini merupakan generasi ke tiga dari peserta prakerin, yang berawal 6 orang kini menjadi 5 kali lipat, pada generasi ini sebanyak 28 orang, pemecah rekor untuk generasi ini, yang akhirnya, kami harus mencari tempat yang cukup luas agar bisa menampung semua peserta. Dan alhamdulillah kami menemukan ruang yang super luas.
Generasi ke-4 prakerin wartamuda (Dok: pribadi) 
Kirab Obor Asian Games 2018 (Dok: pribadi) 
Generasi ke-4, alhamdulillah di tahun 2018 tantangan kami semakin matang dan berkembang, seiring berjalannya waktu kami terus mengikuti alur dan perkembangannya, mengukir pengalaman dan menggali ilmu baru. Kami saling berbagi dan bertukar ide serta pengetahuan baru. Sehingga setiap tahunnya lahir generasi baru.
Generasi X, kunnungan dan program pendidikan dan bimbingan Pemuda Pelopor Penggerak Desa (Dok: pribadi) 
Pemberdayaan dan pembimbingan pemuda pelopor penggerak desa yang diselenggarakan di Singajaya Pangrumasan Kab.Garut. 

You Might Also Like

0 komentar