Membangun Kembali Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga

Pembentukan Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga (Dok: event kampus)
Jika bicara pendidikan dan karakter adalah dua kata yang saling erat kita temukan dalam keseharian kita, benar kah seperti itu? Kalau jangipan selalu menemukan kejadian dan hal-hal unik yang menghampiri, yaa soal kedua kata ini "Pendidikan dan Karakter" pendidikan yang kuat karakter yang baik, itu hebat. Bagaimana jika pendidikan kuat karakter lemah? Nahhh, ini nih yang harus kita tengok kembali dan segera di perbaiki. Jangan jauh-jauh, tengok saja dilingkungan sekitar, sepertinya yang namanya budaya sopan sekarang sudah mulai menurun. Yaaa, mungkin karena sudah mulai tergerus oleh waktu dan ruang yang samkin dipadati oleh beragam karakter dari segala penjuru.

Dulu, jika ada orang tua yang sedang duduk atau di nongkrong dipinggir jalan, ketika kita mau lewat pasti kita sambut dengan kata "Permisi, mohon izin lewat" atau dalam bahasa sundanya "Punten Ngiring Ngalangkung" bagaimana dengan masa kini? Sudah jauh berbeda, jangan kan  mengucapkan salam atau kata permisi/punten, yang ada hanya fokus pada sebuah gawai/gadgetnya masing-masing, walaupun tidak semua orang, tapi setidaknya jangipan menganrtikan dan mencerna kearah sana. Coba saja teman-teman tengok, anak usia 8-16 tahun kegiatan dan alur permainan di lingkungan sekitar rumah sudah mulai teralihkan dengan permainan di gadget, atau tergiur dengan beberapa yang bersentuhan dengan teknologi.

Sebenarnya tak ada yang salah menggunakan gawai/gadget atau berinteraksi dan bersentuhan dengan media sosial lainnya, hanya saja kita harus bisa menyesuaikan tempat terbaiknya, yaaa 😀

**Bersambung

You Might Also Like

0 komentar