Sunday, March 22, 2020

Embun Pagi, Sebuah Rasa yang Singgah

Embun Pagi yang Enggan Menyapa (Dok: Pribadi)
Gerimis pun menyapa, kenapa Kamu tidak? Apakah kamu pun sama sedingin embunnya? Enggan untuk menyapa, hanya bisa melihat dan berkata dalam diam. Padahal dirimu pun sama rindunya?

Tak mengapa, terkadang ego bisa mengalahkan segalanya, walaupun awalnya bisa bersama, hingga akhirnya ingin bersama tapi enggan untuk memulainya kembali.

 Pertanyaannya? Mau sampai kapan menyiksa diri dalam rindu yang tak berujung. Menurutku, tinggalkan ego, obati luka, dan kembalilah menyapa dengan sebuah rasa yang lebih indah. Tak ada salahnya kita mengukir kembali sesuatu yang  sudah pecah.

 Gelaspun jika diukir lagi dengan seni yang indah akan terlihat unik, apalagi rasa jika diperbaiki & diubah pasti akan lebih baik.

No comments:

Post a Comment