Thursday, October 15, 2020

Representasi dan Proposisi Filsafat sebagai Terapi


**Catatan ini di buat atas video Martin Surajaya, berjudul Wittgenstein: Filsafat sebagai Terapi

 

Wittgenstein atau Ludwig Wittgenstein merupakan seorang filsuf Austria di abad ke-20 yang memiliki kontribusi besar dalam filsafat bahasa dan logika. Austria merupakan daerah yang banyak melahirkan para seniman, pemikir, dan musisi.

 

Dikalangan para peneliti Wittgenstein dipandang sebagai sang filsuf, baik sebagai filsuf modern maupun kontemporer. Dalam bukunya “Philosophical Investigation”  Wittgenstein menyimpulkan bahwa Filsafat sebagai konsepsi terapi.  

 

Satu buku yang merangkum semua pemikiran Ludwig Wittgenstein, Filsafat itu bukan sebuah teori tapi sebuah aktivitas. Filsafat dalam pandangan Wittgenstein, menggunakan logika secara terstruktur dan kronologis. Tujuan utamanya filsafat adalah mengatasi kegelisahan hidupnya, persoalan-persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan analisis filsafat.

 

Tugas filsafat adalah mengklarifikasi bahasa sebagai satu-satunya picture atau gambaran dari realitas yang terstruktur. Pandangan Wittgenstein terhadap keberadaan Filsafat bagaimana menggunakan bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dunia adalah segelanya yang demikian halnya, ini merupakan tesis metafisika yang diungkapkan oleh Ludwig Wittgenstein. Dunia dalam model metafisika ini bukanlah kumpulan benda-benda, tapi dunia merupakan totalitas fakta, apa yang demikian halnya keberadaan dari fakta-fakta atau mix.


Oleh karena itu fokus Wittgenstein dalam filsafat adalah bagaimana cara manusia menggunakan bahasa, lebih ke urusan use bagaimana menggunakan bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu para filsuf dari inggris lebih mengerucut ke philshophycal investigation, filsafat yang mengkaji bahasa sehari-hari.


Berfokus pada bentuk-bentuk penggunaan bahasa yang lekat di masyarakat yang sebetulnya bisa di klarifikasi untuk mengkaji bahasa yang ideal. Yang membuat sesuatu jadi mistis itu bukan yang bagaimana dunia ini bekerja, tapi bagaimana dunia mengikuti proposisi-proposisi yang ada. Ketika orang tidak bisa mengungkapkan atau membicarakan sesuatu maka dia harus diam.


Bentuk-bentuk penggunaan bahasa yang lekat di masyarakat yang sebetulnya bisa di klarifikasi, Selalin itu corak terapi dari filsafat yang ditawarkan oleh Wittgenstein juga mempengaruhi perkembangan filsafat selanjutnya.


Filsafat bisa dikatakan sebagai terapi karena menganalisis cara kita berbahasa dan memandang dunia, dengan begitu kita pun mengklarifikasi dan menyelesaikan masalah di dunia ini.


*Setelah menyimak video Martin Surya Jaya yang berjudul: Wittgenstein Filsafat sebagai terapi, yang berdurasi 33:57 detik, saya dapat menyimpulkan bahwa, Filsafat merupakan sumber informasi dalam hal pandangan hidup dan bagaimana cara kita berinteraksi dan menyelesaikan sebuah permasalahan.


Nilai untuk video yang telah saya tonton, saya memberikan nilai 8/10, semoga uraian dan ringkasan yang telah saya buat, dapat memberikan pengalaman, wawasan, dan ilmu baru dalam hal Filsafat.


No comments:

Post a Comment