Jakarta, 28 Mei 2021- Dalam memperingati Hari Buku Nasional dan realisasi komitmen GPMB yang ke-20 Tahun, menggerakkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat, GPMB secara konsisten menyelenggarakan program diskusi Seri Minat Baca dan Lemon (Literasi Mode On) Sore. 

 Dua program ini masing-masing telah berjalan 16 kali sejak diluncurkan pada tahun 2020. 

Perbedaan dua program itu, menurut Sekjen PP GPMB Robinson Rusdi, terletak pada segmen pesertanya.

“Sasaran program Lemon Sore khusus untuk kalangan milenial dan gen Z, sekaligus menjadi upaya regenerasi pegiat minat baca dan literasi.

Sementara Seri Minat Baca ditujukan untuk masyarakat umum”, ujar Robinson. Di bulan Mei, Lemon Sore diadakan pada tanggal 21 Mei 2021 dengan tema “Milenial Berani Nulis Buku” dengan mengundang 2 narasumber penulis muda yaitu Yuni Lasari dan Rara Zarary.

Sedangkan Seri Minat Baca diselenggarakan pada tanggal 23 Mei 2021 dengan tema “Mendongeng untuk Meningkatkan Minat dan Kegemaran Membaca” dengan pemateri Kak Awam Prakoso, pendongeng nasional. 

Di bulan ini pula, anggota Dewan Pembina GPMB, yaitu Gol A Gong, telah dikukuhkan oleh Perpusnas RI sebagai Duta Baca Indonesia, menggantikan Najwa Shihab yang habis masa baktinya. 

Dalam sambutannya setelah dilantik, Gol A Gong mengajak seluruh masyarakat untuk bangkit dan gemar tidak hanya membaca tapi juga menulis. “Mari kita makin Berdaya dengan Buku,” kata Gol A Gong. 

Sebagai mitra strategis dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, konsistensi GPMB tentu tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dan kiprah perpustakaan dan pegiat literasi, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota hingga kecamatan, kelurahan dan desa. 

Pada tanggal 17 Mei 2021, tepat di Hari Buku Nasional, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah menorehkan banyak karya dan kontribusi selama 41 tahun melayani, , mengabdi dengan upaya penyediaan buku dan pelayanan kepustakaan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Tahun 2021 Perpusnas mengusung tema “Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”.  

Kepala perpusnas Muhammad Syarif Bando, menyatakan pihaknya terus melakukan upaya penguatan budaya baca dan literasi untuk membangun komunitas masyarakat yang berbudaya baca dan tinggi tingkat literasinya.