"Kita Menjaga Alam, dan Alam pun akan menjaga Kita" pernah kah teman-teman mendengar slogan tersebut? Yaa, memang benar adanya, hukum alam selalu berlaku dan kembali kepada kita sebagai penghuni bumi. Apa langkah terbaik yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi pertiwi? Salah satunya dengan aksi sederhana yang bisa kita lakukan saat ini, minimal tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan. 

Dan tentunya aksi besar yang selayaknya kita berikan kepada Bumi beserta alam dan seisinya adalah dengan bergotong royong bersama-sama menjaga bumi tercinta. Menyatukan aksi dengan berbagi cinta kepada bumi kita, entah itu dengan menanaman pohon (untuk jenis pohonnya bisa disesuaikan dengan aksi lingkungan yang akan diselenggarakan) bersih-bersih lingkungan sekitar. 


Sedia payung sebelum hujan, peribahasa itu selalu terngiang-ngiang dari semenjak kita kecil hingga remaja saat ini, orang tua selalu memberikan peribahasa itu bilamana mau bepergian jauh atau melakukan kegiatan yang membutuhkan persiapan yang matang. Begitu pun dengan mitigasi perubahan iklim yang sewaktu-waktu bisa berubah drastis, maka dari itu kita sebagai generasi muda, harus siap untuk bergerak dan beraksi melakukan persiapan yang matang untuk menciptakan ekosistem alam yang baik. Salah satunya tetap menajaga bumi dengan berinvestasi kepada alam secara berkelanjutan. 

Menanam pohon adalah langkah terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, menanam pohon secara berkala akan memberikan sebuah manfaat yang berkelanjutan dan tentunya iklim dan alam pun akan stabil.  Yuk.., Saatnya Anak Muda Bergerak untuk Mitigasi Perubahan Iklim.


Selain menanam pohon kita juga bisa menggerakan aksi Pungut Sampah di area tertentu yang sekiranya di tempat tersebut terdapat sampah yang berserakan, salah satu tempat yang harus segera diselamatkan adalah area pantai, karena pantai adalah satu-satunya sumber dan sirkulasi air sebagai penyeimbang keadaan suhu atau iklim. 

Gerakan Pungut Sampah ini bisa dilakukan minimal satu minggu sekali dengan proses pemilihan sampah organik dan sampah an-organik. gerakan atau aksi ini pun jangan sembarangan, butuh proses seleksi sampah juga, supaya mempermudah dalam penguraian sampah yang akan diolah kembali atau dimusnahkan. 

Setidaknya kalau gerakan pungut sampah ini dikelola mulai dari pemilihan, proses pengumpulan hingan hasil akhir di TPA (Tempah Pembuangan Akhir)  jika sampah mau diurai atau diproses kembali akan lebih mudah. 


Proses pemilihan sampah organik dan an-organik wajib dilakukan pada saat melakukan aksi/gerakan pungut sampah, yang mendominasi sampah diarea pantai rata-rata sampah plastik, sdangkan sampah organik seperti ranting pohon, daun dan sebagainya, bisa dikumpulkan untuk diolah kembali sebagai pupuk alami atau diurai menjadi kompos organik. Hal ini selain menjadi langkah awal untuk menjaga bumi, juga memberikan manfaat untuk kesuburan tanaman lainnya jika diolah dan dijadikan kompos. Tentunya gerakan ini perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar lingkungan tetap terjaga dengan baik. 


Edukasi dan sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada masyaakat masih menjadi PR besar bagi kita sebagai generasi muda, dan tentunya perlu adanya bimbingan dan pendampingan secara ekslusif menenai mitigasi perubahan iklim. Kekuatan terbesar untuk menjaga bumi pertiwi adalah peduli dan sadar lingkungan  beserta cara untuk menyelamatkannya. 

 Tumbuh kembang bersama alam selalu memberikan kita ruang terbaik untuk kita mengeksplorasi segalanya. Tinggal kita yang lebih peduli akan kelestarian lingkungan dan bumi yang selalu memberikan kebaikan untuk kita. Setidaknya memberikan satu pohon untuk bumi tercinta, dan ajak teman-teman untuk bergerak bersama membuat perubahan bagi lingkungan yang lebih baik. 

Satu pohon untuk masa depan bumi, satu pohon untuk keberlangsungan bumi yang lebih asri tetap terjaga dengan keindahannya. Salam lestari untuk bumi pertiwi, kita sebagai generasi penuh perubahan sudah saatnya mengambil peran untuk bumi yang kita cintai. Jangan lengah terhadap mitigasi perubahan iklim, awali dengan langkah yang sederhana yang bisa kita lakukan saat ini, jangan pernah lengah terhadap setiap perubahan yang terjadi pada bumi pertiwi. 

Beberapa waktu lalu jangipan bersama teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Garut menyelenggarakan kegiatan penanaman Mangrove disekitar area pantai karang Paranje, guna untuk mitigasi abrasi, dan tentunya menjaga iklim tetap stabil dalam jangka waktu yang panjang. 


Salam Lestari