Sebagai pelopor Agrowisata perkebunan buah naga khususnya di Kabupaten Garut, Destinasi Wisata Buah Naga Purnama terus berinovasi dari tahun ke tahun. Menciptakan sebuah perubahan untuk menarik perhatian pengunjung baik lokal maupun mancanegara. 


Kebun Buah Naga yang berdiri sejak tahun 2017 dengan penanaman pertama sebanyak 1.200 pohon ini tetap mempertahankan yang namanya kelestarian ekosistem lingkungan sekitar, nyatanya pada hingga saat ini dari lahan yang tidak terawat kini menjadi tempat yang layaknya sebuah surga yang tersembunyi di daerah Kecamatan Bayongbong. 


Destinasi Agrowisata Kebun Buah Naga Purnama baru dibuka untuk umum di tahun 2019 di masa memasuki era pandemi, tentunya ini merupakan suatu tantangan baru untuk menggerakkan sektor pariwisata dimasa pandemi. 


Tiket masuk ke area Agrowisata Kebun Buah Naga Purnama ditarif sebesar Rp.10.000 untuk hari-hari biasa, sedangkan untuk hari libur Sabtu dan Minggu Rp. 15.000, dengan membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, pengunjung langsung bisa menikmati pemandangan alam yang menghampar hijau. Ditambah lagi dengan nuansa desa yang masih asri langsung dilihat dari ketinggian Kecamatan Bayongbong.



Tak hanya itu, untuk para pengunjung wisata pun bebas menikmati segarnya olahan buah naga mulai dari jus hingga hidangan yang lainnya dengan tarif yang telah ditentukan. Sedangkan untuk pengunjung yang ingin merasakan sensasi terbaik memetik buah naga bisa membayar mulai dari Rp.20.000/Kg-nya, tergantung grade buah naga yang diinginkan. Untuk jenis buah naganya pun dikategorikan ke beberapa grade A,B,C, dan D, untuk buah naganya sendiri ada dua jenis yaitu buah naga merah dan buah naga putih. 



Dan tentunya semua perawatan di perkebunan Buah Naga Purnama ini dilakukan secara organik,  yang menghasilkan buah berkualitas, segar, dan alami. Dalam kurun waktu 3 Tahun pengunjung yang datang ke Destinasi Agrowisata Kebun Buah Naga Purnama sekitar 4.000 pengunjung, Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak Marketing, Ibu Milani, kepada jangipan. Luar biasanya lagi untuk pengelolaan dan tenaga kerja di Destinasi Agrowisata Kebun Buah Naga Purnama hampir 90% melibatkan penduduk lokal. Tentu hal ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, sebagai penggerak Destinasi Wisata yang membuka peluang baru di sektor pariwisata dengan melibatkan penduduk lokal, hal ini bisa mengurangi pengangguran di kawasan Kecamatan Bayongbong. 



Penerapan kebijakan yang dilakukan di Destinasi Wisata Agro Wisata Kebun Buah Naga Purnama cukup ketat, dalam menjaga kelestarian lingkungan pengunjung yang datang ke area perkebunan tidak boleh membawa makanan atau minuman dari luar, guna untuk mengurangi resiko penumpukan sampah di area kebun. 



Yang perlu diketahui oleh masyarakat luas, dengan adanya Inovasi Agrowisata Kebun Buah Naga Purnama ini tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang istimewa, melainkan ada edukasi yang di terapkan kepada masyarakat mengenai pembibitan dan pemeliharaan pohon buah naganya, jadi selain pengunjung datang sambil menikmati keindahan alam serta mengabadikannya momennya, juga ada ilmu yang bisa diterapkan setelah pulang dari area wisata ini. 


Kabar gembira untuk yang belum berkunjung ke Destinasi Wisata Buah Naga Purnama, saat ini ada promo tiket PPKM dimulai dari Rp.5.000 hingga Rp.7.500, kesempatan terbaik sudah menunggu di atas sana, langsung ajak teman-teman beserta keluarga untuk mengabadikan momen istimewa diatas puncak perkebunan Buah Naga Purnama, surganya alam tersembunyi di Kecamatan Bayongbong Garut.